Mengenal Lebih baik dampak sinar matahari bagi kesehatan kulit.



1

1.      Pengaruh sinar matahari
Sinar matahari merupakan sumber energi  utama bagi Kehidupan, salah satu manfaat dari sinar matahari bagi manusia yaitu membantu tubuh dalam memproduksi vitamin D. Vitamin D berperan  sebagai nutrisi  bagi kesehatan tulang dan otak. Tanpa adanya asupan vitamin D yang cukup, tulang tidak akan terbentuk dengan baik sehingga beresiko mengalami kerapuhan yang menyebabkan penyakit tulang atau disebut juga osteoporosis.  Menurut  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  menyatakan waktu yang baik untuk terpapar matahari yaitu 5 sampai 15 menit dalam waktu 2-3 kali seminggu  sebelum jam 09.00 pagi. Walaupun demikian  ternyata paparan sinar matahari yang berlebihan juga berdampak buruk bagi kesehatan, salah satu dampak yang paling besar terutama pada kulit.  tidak dapat dipungkiri  sinar matahari selalu menyinari kulit walaupun didalam ruangan.
Secara alami, kulit memiliki mekanisme pertahanan tersendiri ketika terkena paparan sinar matahari, seperti  adanya  pengeluaran keringat, dan pembentukan pigmen warna kulit  (melanin) yang dapat memantulkan kembali sinar matahari,  Jika kulit terpapar sinar matahari, maka akan timbul dua tipe reaksi melanin, yaitu penambahan melanin secara cepat ke permukaan kulit dan pembentukan tambahan melanin baru, inilah yang menyebabkan terbentuk noda hitam pada kulit atau menyebabkan kulit menjadi hitam (Trenggono, et al., 2007). Pada penyinaran matahari yang  terjadi secara berlebihan, menyebabkan jaringan terluar  kulit tidak cukup mampu melawan efek negative tersebut, sehingga dapat menyebabkan kemerahan pada kulit  dan sunburn (kulit terbakar), dan dapat menimbulkan perubahan pada kulit yakni penuaan dini  dan kanker kulit (Ismail, et al.,2014). 

2.  Apa hubungan paparan sinar matahari dengan kerusakan pada kulit ?
Sinar matahari dapat merusak kulit dikarenakan sinar yang dipancarkan matahari berupa radiasi gelombang elegtromagnetik yang berkisar pada panjang gelombang ultraviolet (UV) atau yang sering kita dengar  dengan  istilah radiasi sinar UV. Sinar UV inilah yang diketahui memiliki potensi bahaya terhadap kulit manusia  yang berpengaruh  terhadap kesehatan.  Ada 3 jenis sinar UV yang dipancarkan oleh matahari yaitu : UV A, UV B , UV C. Perbedaan dari ketiga jenis tersebut adalah pada panjang gelombang yang dipancarkan. Semakin pendek panjang  gelombang yang dihasilkan maka semakin besar kerusakan yang terjadi apabila terkena paparannya (Yani, 2017).
 UV A memiliki panjang gelombang 320-400 nm menyebabkan tanning atau kulit tampak kecoklataan.  Sinar UV A hadir sepanjang hari bahkan di pagi dan sore hari, dan dapat menembus kaca jendela. Memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dari UV B yang dapat menembus kulit lebih dalam hingga mencapai dua lapisan kulit, yaitu bagian terluar Epidermis dan lapisan kulit kedua yaitu dermis (Yani, 2017). Sinar UV B memiliki  panjang gelombang 290-320 nm menyebabkan eritema atau kulit tampak kemerahan ini dikarenakan Sinar UV-B memiliki energi yang lebih besar dari pada UV-A, tetapi  jumlah sinar yang sampai ke permukaan bumi lebih sedikit sehingga akan menyebabkan terbakarnya sel-sel kulit manusia. Sinar UV-C memiliki  panjang gelombang yang lebih kecil dari 290-100 nm merupakan  penyumbang kerusakan yang paling besar  dan dapat menyebabkan kanker kulit dengan sekali paparannya, akan tetapi sinar UV C  tidak sampai ke permukaan bumi karena tersaring oleh lapisan ozon (Pratama dan karim, 2015).
3. Bagaimana cara menghindari efek buruk terhadap paparan sinar matahari pada kulit ?
Efek buruk sinar matahari dapat dicegah dengan cara menghindari paparan sinar UV atau dengan pemakaian tabir surya bila berada di bawah sinar matahari. Istilah tabir surya memang  jarang digunakan dalam kehidupan sehari hari, umumnya kita menyebutnya dengan istilah krim atau lotion, juga sering disebut sunscreen maupun sublock  yang digunakan pada daerah wajah, tangan dan bagian  kulit lainnya.  Senyawa tabir surya dibutuhkan untuk melindungi kesehatan kulit dari pengaruh sinar UV.
a.      Memilih tabir surya yang  baik
Dalam penggunaannya terdapat berbagai jenis tabir surya, hal ini sangat perlu kita perhatikan saat pemakaiannya,  harus disesuaikan dengan  maksud pemakaiannya  hal ini dikarenakan tabir surya memiliki mekanisme berbeda sehingga efek yang dihasilkan juga berbeda. Untuk membantu kita memilih tabir surya  yang baik adalah dengan mengetahui mekanisme kerjanya, pilihan bahan pembawa  dan efek sampingnya. Dalam penggunaan  sehari-hari kita sering menyalah artikan istilah sunscreen dan sunblock, dua kata tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Keduanya merupakan jenis tabir surya yang dibedakan berdasarkan mekanisme kerjanya , dimana  sunblock secara fisik dan  dan sunscreen secara kimia. Lalu apa perbedaan dari keduanya? sunscreen   kimia adalah bahan organic yang memiliki kemampuan menghalangi sinar uv dengan cara menyerap sinar matahari dan melalui proses kimia merubahnya menjadi panas. Ini disebut dengan sunscreen.  Dapat dijumpai pada produk sunscreen yang memiliki komposisi Padimate O, Octocrylene dan ensulizole untuk sinar UV B dan oxybenzone, meradimate, avobenzone, dan tetraphthalydine dicamphor asam sulfonat  untuk sinar UV A.  Kemudian tabir surya fisik  adalah bahan anorganik yang mekanisme kerjanya dengan memantulkan sinar UV, sehingga tidak sampai mengenai kulit karena telah dibelok atau dipantulkan dan ini disebut sunblock. Dapat ditemui pada produk yang memiliki komposisi seperti titanium dioxide, dan zinc oxide  (Yani, 2017). Setelah mengetahui hal tersebut ada baiknya sebelum memilih krim yang akan digunakan diperhatikan juga komposisinya, agar maksud penggunaannya dapat tercapai.
Selain memperhatikan hal diatas, dalam pelabelan produk sunscreen  ataupun sunblock juga kita temui  istilah SPF, lalu SPF itu apa lagi? SPF (Sun Protection Factor) merupakan suatu pengukuran kemampuan dari sinar UV. Dengan kata lain menunjukkan kemampuan berapa lama krim yang kita pakai dapat melindungi kulit dari pengaruh paparan sinar UV sehingga tidak menimbulkan kemerahan pada kulit. Sering kita temui dalam bentuk SPF 15, SPF 30, SPF 45 dan SPF 50. Lalu apa arti dari angka tersebut dan bagaimana cara memilih untuk digunakan ? angka tersebut menunjukkan berapa lama waktu dalam melindungi kulit. Agar tidak lebih memusingkan, secara sederhana perhitungan dari SPF yang tertera dikali dengan 10 menit. Contoh Krim yang digunakan memiliki  nilai SPF 15 artinya 15 X 10 = 150 menit 2,5 jam). Itulah waktu kulit dapat dilindungi ketika terpapar sinar matahari (Pratama dan karim, 2015). 
Meskipun demikian, tidak ada tabir surya yang mampu menghambat sinar matahari 100 persen tapi minimal dapat menjaga kulit agar tidak terpapar langsung sinar UV. Oleh karena  itu pilihlah dan gunakanlah dengan bijak.
b.      Tips melindungi kulit dari paparan sinar matahari
Menurut Yani, (2017) tips melindungi kulit dari paparan sinar matahari sebagai berikut :
·         Lindungi kulit dengan pakaian, termasuk topi, t-shirt dan kaca mata hitam
·         Sinar matahari yang paling penting dihindari adalah pukul 10:00 pagi-01:00 siang
·         Aplikasikan tabir surya 15-30 menit sebelum terpapar
·         Gunakan tabir surya dengan nilai SPF dari 15 atau lebih tinggi dan juga PA+ atau lebih tinggi secara teratur dan dilakukan secara langsung
·         Diulang pemakaian setidaknya setiap 2 jam atau lebih jika terkena air atau didalam air
·         Tidak ada bukti bahwa spf lebih besar dari 50 memberi manfaat klinis tambahan jadi sesuaikan dengan kebutuhan
·         Kenakan tabir surya dan lip balm dengan SPF setiap hari.

Sumber referensi :
Ismail, I.,Gemi, N.H.,Dwi, W dan Juliandri. 2014. Formulasi Dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Sediaan Krim Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.). JF FIK UINAM Vol.2 No.1 2014.
Pratama, W.A dan Karim, Z. 2015.  Uji Spf In Vitro Dan Sifat Fisik Beberapa Produk Tabir Surya Yang Beredar Di Pasaran. Majalah Farmaseutik, Vol. 11 No. 1.
Trenggono, R.I.S., Latifah, F., Djajadisastra, J., (ed). 2007.  Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, 6-7, 11-13, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Yani, F. 2017. Cerdas memilih Tabir Surya. Artikel Kesehatan. Yogyakarta: Tribun jogja.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer