manfaat enzim manase dan penggunaannya pada industri
Enzim manase merupakan enzim yang mampu menghidrolisis substrat manan menjadi manooligosakarida dan sedikit manosa, glukosa dan galatosa (Dhawan dan Kaur,2007; Songsiriritthigul et al.,2010, melalui Sigres, 2015enzim manase
Hidrolisis subtrat manan dengan enzim mananase dapat menghasilkan produk yang bermanfaat. pemanfaatannya banyak ditemui pada daerah industri. salah satunya pada industri pangan, pemanfaatan pada industri pangan dapat berupa:
1. ekstraksi minyak dari biji-bijian
2. penurun kekentalan selama proses pembuatan kopi instan.
selain itu Enzim manase juga dapat dimanfaatkan oleh industri pulp dan kertas untuk proses pemutihan sehingga mengurangi pemakaian bahan kimiawi.
pada industri pakan ternak enzim manase digunakan untuk meningkatkan nilai gizi bahan pakan kaya manan seperti bungkil kelapa. Kadar manan yang tinggi pada bungkil kelapa akan melindungi molekul protein sehingga menurunkan nilai ketercernaan protein. produksi oligosakarida dan peningkatan nilai gizi pada pakan ternak seperti bungkil kelapa. Daya cerna protein optimum dapat dicapai bila kandungan manannya diuraikan terlebih dahulu (Purwarida, 1994). MannanOligosakarida (MOS) yang dapat berperan sebagai prebiotik untuk menstimulasi perkembangan bakteri probiotik, sehingga secara tidak langsung dapat mengendalikan bakteri pathogen di dalam saluran pencernaan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menjadikan bungkil inti sawit sebagai alternatif antibiotik di dalam pakan(Siahaan, 2010)
produksi prebiotik inilah yang dimanfaatkan oleh industri pangan. Enzim mananase dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam pakan ternak (unggas) sehingga meningkatkan nilai gizi dan konversi bahan pakan kaya manan (Downie,1994, melalui Sigres, 2015).
Enzim mananase pada level 0,1% dapat digunakan dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawit sampai level 20% (Elsa, 2017). Penambahkan enzim diharapkan terjadi secara langsung dalam saluran pencernaan untuk mengurangi sifat viskositas digesta dalam saluran pencernaan ayam (Smits et al., 1997). Chiang et al., (2005) juga menyatakan enzim pencerna serat (β-mannanase, β-galaktosidase, dan selulase) dapat menurunkan sifat viskositas digesta akibat mengkonsumsi pakan berserat. repository unja
Elsa,B.2017. Pengaruh enzim mananase dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawitterhadapkandungan lemak dan kolesterol kuning telur puyuh. Artikel ilmiah.
Siahaan, H. F. 2010. Pengaruh Pemberian Bungkil Inti Sawit (BIS) Termodifikasi dengan Enzim Hemicell. dalam Ransum Terhadap Performans Ayam Pedaging Umur 1–5 Minggu yang diuji Tantang E. Coli. Skripsi.Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara,Medan.
Sigres, D. P dan Sutrisno, A. 2015. Enzim Mananase dan Aplikasi di Bidang Industri. Jurnal Pangan dan Agroindustri, Vol. 3 No. 3 p.899-908
Songsiriritthigul C et al. 2010. Efficient recombinant expression and secretion of a thermostable GH26 mannan endo-1.4-ß-mannosidase from Bacillus licheniformis in
Escherichia coli.Microbial Cell Factories 9:20.
Hidrolisis subtrat manan dengan enzim mananase dapat menghasilkan produk yang bermanfaat. pemanfaatannya banyak ditemui pada daerah industri. salah satunya pada industri pangan, pemanfaatan pada industri pangan dapat berupa:
1. ekstraksi minyak dari biji-bijian
2. penurun kekentalan selama proses pembuatan kopi instan.
selain itu Enzim manase juga dapat dimanfaatkan oleh industri pulp dan kertas untuk proses pemutihan sehingga mengurangi pemakaian bahan kimiawi.
pada industri pakan ternak enzim manase digunakan untuk meningkatkan nilai gizi bahan pakan kaya manan seperti bungkil kelapa. Kadar manan yang tinggi pada bungkil kelapa akan melindungi molekul protein sehingga menurunkan nilai ketercernaan protein. produksi oligosakarida dan peningkatan nilai gizi pada pakan ternak seperti bungkil kelapa. Daya cerna protein optimum dapat dicapai bila kandungan manannya diuraikan terlebih dahulu (Purwarida, 1994). MannanOligosakarida (MOS) yang dapat berperan sebagai prebiotik untuk menstimulasi perkembangan bakteri probiotik, sehingga secara tidak langsung dapat mengendalikan bakteri pathogen di dalam saluran pencernaan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menjadikan bungkil inti sawit sebagai alternatif antibiotik di dalam pakan(Siahaan, 2010)
produksi prebiotik inilah yang dimanfaatkan oleh industri pangan. Enzim mananase dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam pakan ternak (unggas) sehingga meningkatkan nilai gizi dan konversi bahan pakan kaya manan (Downie,1994, melalui Sigres, 2015).
Enzim mananase pada level 0,1% dapat digunakan dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawit sampai level 20% (Elsa, 2017). Penambahkan enzim diharapkan terjadi secara langsung dalam saluran pencernaan untuk mengurangi sifat viskositas digesta dalam saluran pencernaan ayam (Smits et al., 1997). Chiang et al., (2005) juga menyatakan enzim pencerna serat (β-mannanase, β-galaktosidase, dan selulase) dapat menurunkan sifat viskositas digesta akibat mengkonsumsi pakan berserat. repository unja
pada peneliian yang dilakukan oleh Ningsih(2017), yaitu untuk mengetahui pengaruh enzim manase pada kualitas telur puyuh , dengan menggunakan rannsum yang mengandung bungkil kelapa sawit, Hasil analisis berupa berat telur, tebal kerabang, warna kuning telur,
indek kuning telur, indek putih telur dan
nilai haugh unit
menunjukkan bahwa enzim mannanase dalam ransum yang mengandung
bungkil inti sawit tidak
berpengaruh nyata terhadap
kualitas telur puyuh (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan
bahwa penggunaan BIS
hingga level 20%
dan penggunaan enzim
hingga level 0,10% belum dapat meningkatkan kualitas telur. sedangkan data menurut Sependini (2017),
penggunaan
enzim dengan level
0,10% memberikan hasil yang
lebih baik untuk
produksi telur dan
konversi ransum, sedangkan suplementasi
enzim dengan level
penggunaan sampai 0,10%
mampu memperbaiki produksi dan angka konversi dan kombinasi diantaranya tidak
mengganggu produksi telur puyuh. sedangkan menurut Pitaloka, 2017 BIS dapat digunakan hingga taraf 37,5% tanpa mempengaruhi performa produksi telur puyuh.
Daftar Pustaka:
Dhawan S. Kaur J. 2007. Microbial
mananases: an overview of production and applications.Critical Reviews in
Biotechnology. 27:197–216. 2007.Elsa,B.2017. Pengaruh enzim mananase dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawitterhadapkandungan lemak dan kolesterol kuning telur puyuh. Artikel ilmiah.
Siahaan, H. F. 2010. Pengaruh Pemberian Bungkil Inti Sawit (BIS) Termodifikasi dengan Enzim Hemicell. dalam Ransum Terhadap Performans Ayam Pedaging Umur 1–5 Minggu yang diuji Tantang E. Coli. Skripsi.Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara,Medan.
Sigres, D. P dan Sutrisno, A. 2015. Enzim Mananase dan Aplikasi di Bidang Industri. Jurnal Pangan dan Agroindustri, Vol. 3 No. 3 p.899-908
Songsiriritthigul C et al. 2010. Efficient recombinant expression and secretion of a thermostable GH26 mannan endo-1.4-ß-mannosidase from Bacillus licheniformis in
Escherichia coli.Microbial Cell Factories 9:20.

Komentar
Posting Komentar