pasta gigi

Assalamualaikum wr.wr. 😊.
Sedang mendapat pencerahan untuk menulis blog,
selamat membaca.

PASTA GIGI

Pasta adalah salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat(serbuk) berupa suatu salep tebal karena merupakan penutup/ pe;indung bagian kulit yang diolesi (Depkes RI, 1979).
Pasta (pastae) adalah sediaan semipadat (massa lembek) yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. Pasta gigi digunakan agar berpapasan pada selaput lendir untuk memperoleh efek lokal (misalnya pasta gigi tranisinolon autonida) (Syamsuni, 2006).
Pasta gigi digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk meindungi pembentukn plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles pemutihan gigi, menghilangkam atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gigi (Buang dan amrin, 2013).
Menurut Winarno (1984), sifat-sifat pasta yaitu :
1.    Ketika digunakan untuk sikat gigi dapat menghilangkan partikel asing, substansi makanan, plak dan membersihkan gigi
2.    Tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya.
Menurut Syarif (1997), Macam-macam pasta gigi yaitu :
Formula pasta gigi secara umum terdiri dari bahan abrasif, bahan pengikat, surfaktan, humektan(xilitol dan sorbitol), pemanis, perasa, pewarna, pengawet, zat aktif dan zat tambahan lainnya. Pasta seperti suspensi, tetapi bagian padatan lebih besar dari bagian cairan. Pasta terdiri dari cairan umumnya berupa cair atau larutan dalam air, sedangkan padatan bervariasi dalam jenisnya, umumnya tergolong dalam padatan non lemak yang tidak lrut dalam bagian cairan (Culision, 1978).
Bahan abrasif merupakan zat yang berfungsi menghilangkan pewarnaan ekstrinsik dari pemutihan gigi serta memiliki pemutihan gigi. Bahan pembasah berfungsi mempertahankan kelembabaan dari pasta gigi. Detergen digunakan sebagai pembersih memiliki sifat anti bakteri dan memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga dapat memudahkan aliran pasta keseluruh permukaan gigi (Zulfa dan andriani, 2017).
Menurut Syarif (1997), Macam-macam pasta gigi yaitu :
a.    Pasta gigi dengan fluoride
Fluoride bisa mencegah pembusukan gigi dewasa dan memperkuat gigi yang masih tumbuh. Pada masa pertumbuhan gigi flouride dan kalsium membantu membentuk struktur gigi, flouride membentuk email gigi yang lebih kuat
b.    Pasta gigi untuk gigi sensitif
Ciri-ciri gigi sensitif yaitu tak tahan makanan dan minuman yang terlalu panas ataupun yang terlalu dingin. Gigi sensitif juga terkadang bisa membuat rasa ngilu saat memakan bahan makanan tertentu. Misalnya gula, permen, cokelat dan lain-lain. Pasta gigi untuk gigi sensitif biasanya mengandung potassium nitrat atau strontium klorida. Bahan tersebut bisa mebgurangi sensitivitas gigi dengan memberi perlindungan pada bagian yang terhubung dengan saraf gigi
c.     Pasta gigi pemutih
Pasta gigi pemutih sebetulnya tidak mengandung bahan pemutih, pasta igi ini mengandung bahan abrasif yang bisa mengkikis kotoran dan noda di gigi sehingga gigi terlihat lebih cerah. Banyak anggapan kandungan bahan abrasif pada pasta gigi pemutih bisa mengkikis email gigi. Tetapi studi ilmiah membuktikan bahwa bahan abrasif pada pasta gigi pemutih cukup aman dan tidak merusak pelapis gigi.
Bahan pengikat yang umum digunakan dalam pasta gigi adalah carrageen. Dua bahan penurun tegangan permukaan yang banyak digunakan adalah sodium lauril sulfat dan sodium lauril sarkosinat. Gliserin adalah pelembab yang umum digunakan. Spermin, wintergreen dan pappermint sering digunakan sebagai perasa. Sakarin dan pemanis lainnya dapat juga digunakan serta berbagai bahan pewarna. Sebagian pasta gigi juga mengandund flour untuk membantu mencegah kerusakan gigi terutama pada anak-anak (Duyvestijin, 1973).
Menurut Eddy (1996), komposisi pasta gigi yaitu :
1.    Abrasif
Yaitu bahan pembersih yang berfungsi membersihkan kotoran dan sisa noda dari gigi dan menyilaukan permukaan gigi
2.    Surfaktan/deterjen
Kebanyakan bahan pembersih produk pasta gigi diperoleh dengan menggunakan  sabun karena diputuskan efek sampingnya oleh pengaroma. Bahkan Na lauril sulfat murni digunakan pada tingkat yang sangat baik dengan perkembangan deterjen sintetik lainnya. Deterjen sintetik ini memiliki kemampuan pembusaan yang lebih besar dari pada sabun dan dapat digunakan dalam jumlah kecil sebagai pengaroma. Surfaktan bertindak sebagai bahan pendispersi untuk bahan pengkilau dan mendukung aksi pembersihan dalam sediaan.
3.    Pemanis
Dalam aturan umum, Na sakarin digunakan untuk memaniskan pasta gigi, walaupun dalam beberapa hal glukosa jarang digunakan. Ada dua alasan utama sakarin lebih dipilih daripada gula untuk memaniskan jumlah yang sama pada pasta dan juga gula cenderung mengkristal pada mulut dan kadang memberikan produk yang penampilannya tidak diinginkan. Pemanis yang umum digunakan adalah sakarin yang secara umum ada dalam jumlah 0,005-0,25 % dari pasta gigi
4.    Pengikat
Pemilihan pengikat tergantung dari komposisi pasta gigi, pasta gigi dibuat dengan memilih pengikat yang lebih cepat didispersikan dalam mulut selama penyikatan. Na CMC digunakan sebagai pengikat 1-6 % dalam larutan atau padatan sesuai kebutuhan pH 6,5-8,5 (USP) dan 6-8 (BP)
5.    Humektan
Fungsi humektan adalah mempertahankan saat pasta dipaparkan oleh udara kemudian mencegah pasta dari kekerasan. Gliserol, sorbitol dan propilenglikol adalah humektan yang paling umum digunakan pada pasta gigi.
6.    Pengaroma
Spearmint, peppermint dan pengaroma cinnamommint dari pembersih gigi mempunyai kepopuleran yang dicapai.
7.    Pengawet

Asam benzoat dan asam ester p hidroksibeenzoat telah direkomendasikan untuk penggunaan dalam pasta gigi.
Formula
R/ Kalsium karbonat              44 %
     Gliserin                              18 %
     Sorbitol                               10,2 %
     Na CMC                              1 %
     Na benzoat                         0,1 %
     SLS                                     1 %
     Oleum mentae pip  0,3 %
     Aquadest    ad                    100 %

Fungsi dari masing-masing bahan tersebut diatas adalah kalsium carbonat berfungsi sebagai bahan abrasive atau pengatur kekentalan sediaan. Bahan aktif Kalsium Karbonat yang berfungsi sebagai penghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi, membantu menghilangkan diskolorisasi pada gigi dan juga memperkuat gigi agar tidak mudah keropos, gliserin digunakan sebagai pelembab, dan mencegah melekatnya sediaan dari wadah. gliserin digunakan untuk mampu mempertahankan air agar tidak terjadi pengeringan pada sediaan pasta dan biasa dipakai dalam basis sediaan pasta gigi. Dengan menggunakan bahan tersebut kelembapan pasta gigi akan sangat terjaga karena bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi pasta gigi ada yang dapat bereaksi dengan udara dan dapat menggurangi kadar air. Mentol sebagai bahan penambah rasa dingin, sodium lauril sulfat sebagai detergen atau sulfaktan, natrium benzoate sebagai pengawet dan aquades sebagai bahan tambahan yang berfungsi sebagai pelarut. Sorbitol sebagai perekat, dan na benzoate sebagai pembentuk busa, kerja dari sodium lauril sulfat dapat digunakan sebagai detergen atau foaming agent karena sangat stabil, dan bersifat antibakteri dan tegangan permukaan yang rendah sehingga memudahkan aliran pasta ke gigi. sorbitol mempunyai sifat menstimulasi aliran saliva sehingga dapat meningkatkan laju saliva yang kemudian senyawa bikarbonat dalam saliva akan mengalami peingkatan dan akhirnya terjadi peningkatan kapasitas penyangga saliva.
Dalam pembuatannya diawali dengan pengembangan NaCMC, dilakukan dengan menaburkan NaCMC pada air panas dan dibiarkan mengembang 15 menit. Hal ini sesuai dengan teori menurut zulfa dan andriani (2017) , dimana alas an pengembangan Nacmc pada air panas karena  pada suhu panas NaCMC akan menarik air disekitarnya sehingga  muatan menjadi renggang dan menyebabkan Nacmc mengembang, hal ini menyebabkan terbentuknya pola 3 dimensi yang terperangkap pada zat zat lain yang bercampur. Suhu tinggi merupakan syarat mengembangnya Na cmc agar ikatannya meregang.selanjutnya barulah nacmc dapat bercampur dengan bahan lain pada suhu 40 yang bertujuan agar ikatan nacmc   dengan air dapat mengikat zat lain dengan stabil. Penambahan sorbitol dilakukan 2 kali dalam percobaan, hal ini dimaksudkan ka rena dapat memiliki dua fungsi yaitu berperan sebagai basis dan berperan sebagai humektan atau pelembut. Selanjutnya ditambah natrium benzoate 0,1 % dan dilarutkan dalam aquadest , hal ino didasarkan pada kelarutan na benzoate dimana menurut zulfa dan andriani (2017) menyatakan bahwa konsentrasi asam enzoat yang digunakan adalah 0,15-0,25 % tidak membahayakan tubuh , karena tubuh mampu mendetoksi terhadap asam benzoate. Melalui reaksi antara asam benzoate dengan gliserin dan terbentuk asam hipurat , asam hipurat akan dibuang oleh tubuh melaalui urin. pH efektif yang digunakan yaitu 2,5-4daya awet akan menurun dengan meningkatnya PH karena keefektifan dan mekanisme antimikroba berada dalam bentuk molekul yang tidak berdisosiasi. Mekanisme kerja asam benzoate yaitu berdasarkan permeabilitas membrane sel mikroba terhadap molekur terdisosiasi. Isi sel mikroba memiliki PH netral. Bila Ph sitoplasma mikroba menjadi asam atau basa , maka akan terjadi gangguan pada sel organ, sehingga metabolism terhambat akgirnya sel mati. Kemudian barulah ditambah sls dan oleum pipea mentae sebagai pemberi sensasi rasa dingin.Basis gel toothpaste dipengaruhi oleh komposisi gelling agent dan humektan karena sebagian besar komponen penyusun dari sediaan gel toothpaste adalah gelling agent dan humektan. Sediaan pasta gigi yang beredar dipasaran ada 2 jenis yaitu sediaan pasta dan sediaan gel (transparan). Pasta gigi gel transparan (gel toothpaste) mempunyai presentase humektan mencapai 80% dari jumlah total formula sedangkan sediaan pasta hanya memiliki presentasi sekitar 40-60% dari total formulasinya. Hal ini didasarkan pada sifat gelling agent sebagai agen pengikat (binder) yang bertanggung jawab dalam menjaga konstituen padatan dan cairan dalam suatu bentuk pasta halus sedangkan humektan berperan dalam peningkatan stabilitas gel toothpaste dengan cara mempertahankan kelembaban sistem gel toothpaste karena dapat mengikat air dari lingkungan supaya masuk ke dalam sistem sediaan.
Sifat –sifat pasta menurut ansel (1989) yaitu :
1.  Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing,substansi makanan, plak dan membersihkan gigi.
2. Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya.

Oke, sekian dan ada pertanyaan ? pasta gigi

Komentar

  1. Apakah ada efek samping dari pemakaian sikat gigi apabila dalam sehari hampir 5 dan 6 kali sikat gigi?

    BalasHapus
  2. Tentu ada kak, mengingat adanya bahan tambahan dalam formulasinya, penggunaan pasta gigi yang optimal adalah 2 kali sehari, bila lebih mencapai 5-6 dapat menyebabkan gigi keropos karena bahan abrasif, selain itu adanya penggunaan pengawet menyebabkan warna gigi menjadi menguning, terimakasih semoga membantu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer